Perbedaan deBridge dan Reserve Rights: deBridge diperdagangkan di Rp293,54 (kapitalisasi pasar Rp563,56M, volume 24 jam Rp84,91M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp22,05 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp74,26M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai beredar deBridge 1,9B / 10B DBR (20%) dibanding 62,6B / 100B RSR (63%) milik Reserve Rights. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 9 Hari dan Reserve Rights selama 43 Hari.
| DBR | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp563,56M | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp84,91M | Rp74,26M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B DBR (20%) | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →