Perbedaan deBridge dan FC Porto Fan Token: deBridge diperdagangkan di Rp293,17 (kapitalisasi pasar Rp563,56M, volume 24 jam Rp84,91M), sedangkan FC Porto Fan Token diperdagangkan di Rp7.108 (kapitalisasi pasar Rp92,41M, volume 24 jam Rp20,31M). Perbedaan utamanya: deBridge jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar FC Porto Fan Token, dan suplai beredar deBridge 1,9B / 10B DBR (20%) dibanding 13M / 40M PORTO (33%) milik FC Porto Fan Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 9 Hari dan FC Porto Fan Token selama 43 Hari.
| DBR | PORTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp563,56M | Rp92,41M |
Volume (24h) | Rp84,91M | Rp20,31M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B DBR (20%) | 13M / 40M PORTO (33%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →PORTO adalah fan token pada jaringan BEP-20. Pemegang token dapat dengan mudah berinteraksi dengan pemain dari FC Porto dengan bantuan NFT yang dirilis oleh tim, dan dapat mengikuti meet & greet, mendapatkan merchandise bertandatangan, dan experience eksklusif lainnya. Para penggemar akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas klub, karena token PORTO mereka dapat digunakan untuk voting dalam berbagai keputusan, termasuk memilih perlengkapan pemain dan anthem klub.
Selengkapnya di halaman PORTO →