Perbedaan deBridge dan Lombard Staked BTC: deBridge diperdagangkan di Rp293,21 (kapitalisasi pasar Rp563,56M, volume 24 jam Rp84,91M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.130.199.468 (kapitalisasi pasar Rp13,39T, volume 24 jam Rp7,22M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 23,8× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai deBridge dibatasi (1,9B / 10B DBR (20%)), sedangkan Lombard Staked BTC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 9 Hari dan Lombard Staked BTC selama 9 Hari.
| DBR | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp563,56M | Rp13,39T |
Volume (24h) | Rp84,91M | Rp7,22M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B DBR (20%) | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 9 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →