Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja deBridge (DBR) vs Humanity Protocol (H)

deBridgeTrading
Humanity ProtocolTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan deBridge dan Humanity Protocol: deBridge diperdagangkan di Rp293,58 (kapitalisasi pasar Rp564,58M, volume 24 jam Rp82,18M), sedangkan Humanity Protocol diperdagangkan di Rp1.232 (kapitalisasi pasar Rp3,83T, volume 24 jam Rp183,05M). Perbedaan utamanya: Humanity Protocol jauh lebih besar — sekitar 6,8× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai beredar deBridge 1,9B / 10B DBR (20%) dibanding 3,1B / 10B H (31%) milik Humanity Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 9 Hari dan Humanity Protocol selama 5 Hari.

DBRH
Kap. Pasar
Rp564,58MRp3,83T
Volume (24h)
Rp82,18MRp183,05M
Suplai yang Beredar
1,9B / 10B DBR (20%)3,1B / 10B H (31%)
Typical Hold Time
9 Hari5 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

DBR
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 9 Hari
H
48% Beli52% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 5 Hari

Tentang deBridge

deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.

Selengkapnya di halaman DBR

Tentang Humanity Protocol

Humanity Protocol menawarkan alternatif terdesentralisasi untuk sistem identitas biometrik yang dijalankan pemerintah, memberikan kendali penuh kepada individu atas data identitas dan biometriknya melalui teknologi blockchain yang aman. Hal ini memastikan privasi dan perlindungan dari sensor. Humanity Protocol berfungsi sebagai grafik identitas terbuka yang mendukung kredensial terverifikasi untuk berbagai atribut, seperti informasi pribadi (PII), pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam acara. Pengguna dapat membuktikan berbagai aspek identitas mereka secara selektif tanpa mengorbankan privasi.

Selengkapnya di halaman H