Perbedaan deBridge dan DeepBook Protocol: deBridge diperdagangkan di Rp266,66 (kapitalisasi pasar Rp512,82M, volume 24 jam Rp29,65M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp251,82 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp45,97M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai beredar deBridge 1,9B / 10B DBR (20%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan deBridge selama 10 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| DBR | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp512,82M | Rp1,41T |
Volume (24h) | Rp29,65M | Rp45,97M |
Suplai yang Beredar | 1,9B / 10B DBR (20%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →