Perbedaan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund dan TotalEnergies SE: Invesco DB Commodity Index Tracking Fund diperdagangkan di $32,8 (kapitalisasi pasar $1,92B), sedangkan TotalEnergies SE diperdagangkan di $86,61 (kapitalisasi pasar $191,82B). Perbedaan utamanya: TotalEnergies SE jauh lebih besar — sekitar 99,9× kapitalisasi pasar Invesco DB Commodity Index Tracking Fund, dan TotalEnergies SE membagikan dividen 4,93%, sedangkan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund selama 61 Hari dan TotalEnergies SE selama 90 Hari.
| DBC | TTE | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,92B | $191,82B |
Volume | 1.375.556 | 3.311.339 |
Sektor | Commodities - Metals/Agriculture | Energy |
Tertinggi 52 Minggu | $33,68 | $93,60 |
Terendah 52 Minggu | $22,07 | $57,39 |
Rata-rata Waktu Simpan | 61 Hari | 90 Hari |
Nilai Perusahaan | — | $222,81B |
Imbal Hasil Dividen | — | 4,93% |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBC diperdagangkan di $32.51, turun 0.55% hari ini. Secara teknis, sinyal keseluruhan bullish dengan moving averages mendukung, sementara osilator netral. Fundamental menunjukkan pendapatan $82.59 juta dan laba bersih $22.38 juta pada 2024, dengan margin laba bersih 27.1%. Arus kas operasi positif $431.54 juta, namun neraca menunjukkan penurunan aset dari $2.7 miliar pada 2021 menjadi $1.29 miliar pada 2024.
Outlook DBC didukung oleh sinyal teknis bullish dan profitabilitas yang pulih, tetapi risiko utama termasuk volatilitas pendapatan historis dan penurunan aset. Investor perlu memantau konsistensi pertumbuhan pendapatan dan dampak kondisi komoditas global terhadap kinerja perusahaan.
Saham TTE diperdagangkan di $84,23, naik 0,3% dalam 24 jam. Secara teknis, sinyal keseluruhan bearish dengan harga mendekati support kunci $84. Secara fundamental, valuasi menarik dengan P/E 10,54 dan P/S 0,94, namun pendapatan turun dari $263,3B (2022) menjadi $182,3B (2025). Perusahaan baru-baru ini mengumumkan investasi $10 miliar di Argentina dan rencana peningkatan dividen 5% per tahun hingga 2030.
Outlook: Potensi apresiasi 13% menuju target konsensus $95,33 dengan dukungan arus kas operasi yang kuat ($27,3B pada 2025) dan strategi ekspansi LNG. Risiko utama meliputi penurunan pendapatan berkelanjutan, volatilitas harga energi, dan eksposur geopolitik di operasi global.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DBC adalah ETF komoditas terdiversifikasi yang melacak Indeks DBIQ Optimum Yield. ETF ini berinvestasi pada kontrak berjangka untuk 14 komoditas utama, termasuk minyak mentah, emas, dan jagung, dengan optimasi imbal hasil dan biaya transaksi.
Selengkapnya di halaman DBC →TotalEnergies adalah perusahaan minyak dan gas bumi terintegrasi yang melakukan eksplorasi, produksi, dan pemurnian di seluruh dunia. Mereka memproduksi 1,5juta barel minyak dan 7,2milyar kaki kubik gas alam per hari. Pada akhir 2020, cadangan mereka setara 12,1milyar barel minyak, 45% di antaranya berbentuk cairan. Selama tahun 2021, penjualan LNG mereka senilai 42 Mt. Perusahaan ini mempunyai kepemilikan di pemurnian dengan kapasitas mendekati 1,8juta barel per hari, kebanyakan berasal dari Eropa, mendistribusikan produk termurnikan ke 65 negara, dan memproduksi komoditas dan bahan kimia khusus. Mereka juga memegang 19% kepemilikan di perusahaan minyak Rusia, Novatek. Di akhir tahun, kapasitas gross dari pembangkit energi terbarukan mereka ada pada angka 10,3 GW.
Selengkapnya di halaman TTE →