Perbedaan Invesco DB Agriculture Fund dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF: Invesco DB Agriculture Fund diperdagangkan di $28,33 (kapitalisasi pasar $1,32B), sedangkan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF diperdagangkan di $60,78 (kapitalisasi pasar $3,39B). Perbedaan utamanya: SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Invesco DB Agriculture Fund, dan Invesco DB Agriculture Fund lebih aktif diperdagangkan (771.657 vs 349.184). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Agriculture Fund selama 24 Hari dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF selama 64 Hari.
| DBA | SPUS | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,32B | $3,39B |
Volume | 771.657 | 349.184 |
Tertinggi 52 Minggu | $29,49 | $61,15 |
Terendah 52 Minggu | $25,44 | $46,65 |
Rata-rata Waktu Simpan | 24 Hari | 64 Hari |
Sektor | — | Broad Market / Factor |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBA (Invesco DB Agriculture Fund ETF) diperdagangkan di $28.295 dengan penurunan 0.68% hari ini. Sinyal teknis keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual, sementara osilator netral. ETF ini telah memberikan return 12.4% YTD, mengungguli S&P 500, didorong oleh sentimen bullish di sektor pertanian. Rasio biaya yang tinggi sebesar 0.85% menjadi perhatian, namun diversifikasi eksposur futures komoditas pertanian dan yield 3.25% menarik bagi investor.
Outlook DBA didukung oleh katalis geopolitik dan risiko cuaca seperti El Nino yang dapat mendorong harga komoditas, namun volatilitas sektor dan rasio biaya tinggi menjadi risiko utama. Analisis teknis menunjukkan konsolidasi di level support $28 dengan momentum jual jangka pendek, sementara fundamental didukung permintaan global yang kuat untuk produk pertanian.
SPUS diperdagangkan pada $61,07 dengan penurunan harian ringan -0,13%. Sinyal teknis keseluruhan bullish didukung oleh moving averages, meski osilator menunjukkan tekanan jual dengan RSI mendekati zona jenuh beli. ETF ini membayar dividen konsisten $0,03 per saham dengan jadwal reguler hingga September 2026, menarik bagi investor yang mencari pendapatan.
Outlook SPUS didukung momentum teknis bullish namun menghadapi risiko dari peningkatan short interest yang signifikan. Potensi kenaikan terbatas oleh level resistance di $62, sementara fundamental terbatas karena sifatnya sebagai ETF yang melacak indeks S&P 500 dengan kriteria syariah.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Indeks yang terdiri dari satu atau lebih komoditas dasar ("komoditas indeks") ini dimaksudkan untuk mencerminkan sektor pertanian. Reksa dana ini mengejar tujuan investasinya dengan berinvestasi dalam portofolio kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa.
Selengkapnya di halaman DBA →SPUS melacak indeks berbobot kapitalisasi pasar dari saham-saham S&P 500 yang mematuhi hukum Syariah. ETF ini menyaring perusahaan yang terlibat dalam aktivitas bisnis non-syariah seperti alkohol, tembakau, perjudian, dan keuangan konvensional, serta mengecualikan sektor-sektor seperti Dirgantara & Pertahanan, dan Pemrosesan Data. Dengan berfokus pada saham ber-leverage rendah, SPUS memberikan investor eksposur yang sadar nilai dan selaras secara etika ke portofolio terdiversifikasi dari ekuitas AS berkapitalisasi besar.
Selengkapnya di halaman SPUS →