Perbedaan Data Network dan Ripple: Data Network diperdagangkan di Rp3.574 (kapitalisasi pasar Rp1,64T, volume 24 jam Rp238,51M), sedangkan Ripple diperdagangkan di Rp17.979 (kapitalisasi pasar Rp1.123,91T, volume 24 jam Rp18,05T). Perbedaan utamanya: Ripple jauh lebih besar — sekitar 685,3× kapitalisasi pasar Data Network, dan suplai Ripple dibatasi (62,7B / 100B XRP (63%)), sedangkan Data Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Data Network selama 6 Hari dan Ripple selama 69 Hari.
| DATA1 | XRP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,64T | Rp1.123,91T |
Volume (24h) | Rp238,51M | Rp18,05T |
Suplai yang Beredar | 458,7M DATA1 | 62,7B / 100B XRP (63%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 69 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DATA1 saat ini diperdagangkan di Rp3.575 dengan sinyal teknis bearish dari rata-rata bergerak dan osilator, meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold jangka pendek. Token ini memiliki kapitalisasi pasar Rp1,27 triliun dengan waktu holding rata-rata 6 hari, mengindikasikan aktivitas perdagangan jangka pendek. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan tetap bearish dengan risiko volatilitas tinggi, meskipun level support dekat di Rp3.455 mungkin memberikan peluang trading jangka pendek. Investor perlu waspada terhadap rendahnya likuiditas dan tekanan jual yang berkelanjutan dari sinyal teknis yang dominan negatif.
XRP saat ini diperdagangkan di Rp17.946 dengan sinyal teknis bearish yang kuat, turun 43% sejak awal 2026. Token ini mendekati level support kritis S1 di Rp17.773 setelah lima bulan berturut-turut merah. Meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold, moving averages memberikan sinyal jual yang dominan. Secara fundamental, ekosistem XRP terus berkembang dengan adopsi oleh Deutsche Bank dan integrasi stablecoin EURCV Société Générale di XRP Ledger.
Outlook jangka pendek tetap bearish dengan risiko penurunan lebih lanjut menuju S2 Rp17.590. Peluang rebound ada jika support S1 bertahan, didukung RSI oversold dan ETF XRP yang telah mengumpulkan $1 miliar. Risiko utama termasuk tekanan jual berkelanjutan, volatilitas tinggi, dan ketidakpastian regulasi crypto global.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DATA, sebelumnya dikenal sebagai IP, adalah token native DATA Network, blockchain Layer 1 yang dirancang untuk memperoleh dan melisensikan data pelatihan AI, serta memberikan kompensasi kepada kontributornya. Jaringan yang kompatibel dengan EVM ini menggunakan lapisan audit Trace untuk membuat catatan terverifikasi terkait asal-usul data dan pembayaran kepada kontributor.
Selengkapnya di halaman DATA1 →Aset kripto yang diciptakan untuk menjadi alternatif yang cepat, lebih murah, dan lebih skalabel untuk aset digital lainnya dan platform pembayaran moneter yang ada seperti SWIFT. Juga merupakan aset digital asli di XRP Ledger — teknologi blockchain open-source dan terdesentralisasi yang dapat menyelesaikan transaksi dalam 3-5 detik.
Selengkapnya di halaman XRP →