Perbedaan Data Network dan SUPRA: Data Network diperdagangkan di Rp3.581 (kapitalisasi pasar Rp1,28T, volume 24 jam Rp230,43M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,13 (kapitalisasi pasar Rp103,44M, volume 24 jam Rp6,92M). Perbedaan utamanya: Data Network jauh lebih besar — sekitar 12,4× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Data Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Data Network selama 6 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| DATA1 | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,28T | Rp103,44M |
Volume (24h) | Rp230,43M | Rp6,92M |
Suplai yang Beredar | 357,7M DATA1 | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DATA, sebelumnya dikenal sebagai IP, adalah token native DATA Network, blockchain Layer 1 yang dirancang untuk memperoleh dan melisensikan data pelatihan AI, serta memberikan kompensasi kepada kontributornya. Jaringan yang kompatibel dengan EVM ini menggunakan lapisan audit Trace untuk membuat catatan terverifikasi terkait asal-usul data dan pembayaran kepada kontributor.
Selengkapnya di halaman DATA1 →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →