Perbedaan Data Network dan JOE: Data Network diperdagangkan di Rp3.586 (kapitalisasi pasar Rp1,28T, volume 24 jam Rp230,79M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp485,88 (kapitalisasi pasar Rp221,55M, volume 24 jam Rp81,21M). Perbedaan utamanya: Data Network jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Data Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Data Network selama 6 Hari dan JOE selama 33 Hari.
| DATA1 | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,28T | Rp221,55M |
Volume (24h) | Rp230,79M | Rp81,21M |
Suplai yang Beredar | 357,7M DATA1 | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DATA, sebelumnya dikenal sebagai IP, adalah token native DATA Network, blockchain Layer 1 yang dirancang untuk memperoleh dan melisensikan data pelatihan AI, serta memberikan kompensasi kepada kontributornya. Jaringan yang kompatibel dengan EVM ini menggunakan lapisan audit Trace untuk membuat catatan terverifikasi terkait asal-usul data dan pembayaran kepada kontributor.
Selengkapnya di halaman DATA1 →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →