Perbedaan Data Network dan Hyperliquid: Data Network diperdagangkan di Rp3.581 (kapitalisasi pasar Rp1,28T, volume 24 jam Rp237,56M), sedangkan Hyperliquid diperdagangkan di Rp999.712 (kapitalisasi pasar Rp253,29T, volume 24 jam Rp4,33T). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 197,9× kapitalisasi pasar Data Network, dan suplai Hyperliquid dibatasi (252,7M / 952,7M HYPE (27%)), sedangkan Data Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Data Network selama 6 Hari dan Hyperliquid selama 36 Hari.
| DATA1 | HYPE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,28T | Rp253,29T |
Volume (24h) | Rp237,56M | Rp4,33T |
Suplai yang Beredar | 357,7M DATA1 | 252,7M / 952,7M HYPE (27%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 36 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DATA1 saat ini diperdagangkan pada Rp3.644 dengan sinyal teknis bearish kuat dari moving averages dan oscillators. Market cap mencapai Rp1,3 triliun dengan waktu hold rata-rata hanya 6 hari, menunjukkan aktivitas trading jangka pendek yang tinggi. Aset ini berada dalam zona oversold berdasarkan RSI 6 (16,23) dan RSI 12 (6,01), namun momentum bearish tetap dominan dengan ADX di atas 55.
Outlook bearish jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang rebound dari level oversold di support Rp3.539, namun tekanan jual masih kuat. Risiko utama: likuiditas terbatas, volatilitas ekstrem, dan ketiadaan perkembangan fundamental yang signifikan.
Token HYPE saat ini diperdagangkan di Rp970.553 dengan kapitalisasi pasar Rp244,76 triliun, menunjukkan posisi bearish berdasarkan sinyal teknis. Tingkat sirkulasi token hanya 27% dengan rata-rata hold time 36 hari. Harga berada di antara level support Rp958.022 dan resistance Rp995.184, dengan indikator teknis menunjukkan kondisi netral hingga bearish jangka pendek.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terletak pada potensi rebound dari level support, namun investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan rendahnya tingkat adopsi jaringan. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan volatilitas kripto yang tinggi.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DATA, sebelumnya dikenal sebagai IP, adalah token native DATA Network, blockchain Layer 1 yang dirancang untuk memperoleh dan melisensikan data pelatihan AI, serta memberikan kompensasi kepada kontributornya. Jaringan yang kompatibel dengan EVM ini menggunakan lapisan audit Trace untuk membuat catatan terverifikasi terkait asal-usul data dan pembayaran kepada kontributor.
Selengkapnya di halaman DATA1 →Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →