Perbedaan Dai dan Toshi: Dai diperdagangkan di Rp17.251 (kapitalisasi pasar Rp92,41T, volume 24 jam Rp1,28T), sedangkan Toshi diperdagangkan di Rp1,99 (kapitalisasi pasar Rp838,45M, volume 24 jam Rp136,06M). Perbedaan utamanya: Dai jauh lebih besar — sekitar 110,2× kapitalisasi pasar Toshi, dan suplai Toshi dibatasi (420,7B / 420,7B TOSHI (100%)), sedangkan Dai terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dai selama 29 Hari dan Toshi selama 18 Hari.
| DAI | TOSHI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp92,41T | Rp838,45M |
Volume (24h) | Rp1,28T | Rp136,06M |
Suplai yang Beredar | 5,4B DAI | 420,7B / 420,7B TOSHI (100%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DAI adalah stablecoin berbasis Ethereum yang dikelola oleh Maker Protocol dan MakerDAO. Nilainya dipatok secara lunak ke dolar AS dan didukung oleh berbagai cryptocurrency yang tersimpan dalam vault smart contract. DAI memberikan cara desentralisasi untuk menyimpan aset digital stabil, dengan opsi seperti Multi-Collateral DAI untuk dukungan fleksibel dan DAI Savings Rate untuk memperoleh bunga.
Selengkapnya di halaman DAI →Toshi adalah memecoin yang terinspirasi dari kucing milik Co-founder Coinbase Brian Armstrong dan pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, sekaligus menjadi maskot blockchain Base. Sepenuhnya terdesentralisasi dan dikelola oleh Meow DAO, dengan seluruh suplai yang beredar dimiliki oleh komunitas.
Selengkapnya di halaman TOSHI →