Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dai (DAI) vs Kaia (KAIA)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dai dan Kaia: Dai diperdagangkan di Rp17.251 (kapitalisasi pasar Rp92,41T, volume 24 jam Rp1,28T), sedangkan Kaia diperdagangkan di Rp616,86 (kapitalisasi pasar Rp3,92T, volume 24 jam Rp75,97M). Perbedaan utamanya: Dai jauh lebih besar — sekitar 23,6× kapitalisasi pasar Kaia, dan suplai beredar Dai 5,4B DAI dibanding 6,4B KAIA milik Kaia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dai selama 29 Hari dan Kaia selama 29 Hari.

DAIKAIA
Kap. Pasar
Rp92,41TRp3,92T
Volume (24h)
Rp1,28TRp75,97M
Suplai yang Beredar
5,4B DAI6,4B KAIA
Typical Hold Time
29 Hari29 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

DAI

Belum ada data sentimen.

KAIA
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 29 Hari

Tentang Dai

DAI adalah stablecoin berbasis Ethereum yang dikelola oleh Maker Protocol dan MakerDAO. Nilainya dipatok secara lunak ke dolar AS dan didukung oleh berbagai cryptocurrency yang tersimpan dalam vault smart contract. DAI memberikan cara desentralisasi untuk menyimpan aset digital stabil, dengan opsi seperti Multi-Collateral DAI untuk dukungan fleksibel dan DAI Savings Rate untuk memperoleh bunga.

Selengkapnya di halaman DAI

Tentang Kaia

Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.

Selengkapnya di halaman KAIA