Perbedaan Dai dan Story: Dai diperdagangkan di Rp17.251 (kapitalisasi pasar Rp92,41T, volume 24 jam Rp1,28T), sedangkan Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M). Perbedaan utamanya: Dai jauh lebih besar — sekitar 48,1× kapitalisasi pasar Story, dan suplai beredar Dai 5,4B DAI dibanding 356,6M IP milik Story. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dai selama 29 Hari dan Story selama 22 Hari.
| DAI | IP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp92,41T | Rp1,92T |
Volume (24h) | Rp1,28T | Rp231,18M |
Suplai yang Beredar | 5,4B DAI | 356,6M IP |
Typical Hold Time | 29 Hari | 22 Hari |
DAI adalah stablecoin berbasis Ethereum yang dikelola oleh Maker Protocol dan MakerDAO. Nilainya dipatok secara lunak ke dolar AS dan didukung oleh berbagai cryptocurrency yang tersimpan dalam vault smart contract. DAI memberikan cara desentralisasi untuk menyimpan aset digital stabil, dengan opsi seperti Multi-Collateral DAI untuk dukungan fleksibel dan DAI Savings Rate untuk memperoleh bunga.
Selengkapnya di halaman DAI →Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →