Perbedaan Dai dan GT Protocol: Dai diperdagangkan di Rp17.251 (kapitalisasi pasar Rp92,41T, volume 24 jam Rp1,28T), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp143,97 (kapitalisasi pasar Rp9,97M, volume 24 jam Rp3,76M). Perbedaan utamanya: Dai jauh lebih besar — sekitar 9268,8× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai GT Protocol dibatasi (68,8M / 75M GTAI (92%)), sedangkan Dai terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dai selama 29 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| DAI | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp92,41T | Rp9,97M |
Volume (24h) | Rp1,28T | Rp3,76M |
Suplai yang Beredar | 5,4B DAI | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DAI adalah stablecoin berbasis Ethereum yang dikelola oleh Maker Protocol dan MakerDAO. Nilainya dipatok secara lunak ke dolar AS dan didukung oleh berbagai cryptocurrency yang tersimpan dalam vault smart contract. DAI memberikan cara desentralisasi untuk menyimpan aset digital stabil, dengan opsi seperti Multi-Collateral DAI untuk dukungan fleksibel dan DAI Savings Rate untuk memperoleh bunga.
Selengkapnya di halaman DAI →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →