Perbedaan CyberConnect dan GMX: CyberConnect diperdagangkan di Rp6.258 (kapitalisasi pasar Rp444,61M, volume 24 jam Rp203,13M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.845 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp49,26M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar CyberConnect, dan suplai beredar CyberConnect 71,1M / 100M CYBER (72%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan CyberConnect selama 30 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| CYBER | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp444,61M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp203,13M | Rp49,26M |
Suplai yang Beredar | 71,1M / 100M CYBER (72%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 45 Hari |
CyberConnect merupakan jejaring sosial pertama dan terbesar dalam Web3 yang memberikan kesempatan bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi sosial menggunakan ERC-4337/Account Abstraction yang dapat memberdayakan pengguna agar memiliki identitas digital, konten, koneksi, dan interaksi mereka sendiri.
Selengkapnya di halaman CYBER →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →