Perbedaan Covalent X Token dan Zama: Covalent X Token diperdagangkan di Rp42,5 (kapitalisasi pasar Rp41,59M, volume 24 jam Rp2,62M), sedangkan Zama diperdagangkan di Rp856,43 (kapitalisasi pasar Rp1,89T, volume 24 jam Rp295,51M). Perbedaan utamanya: Zama jauh lebih besar — sekitar 45,4× kapitalisasi pasar Covalent X Token, dan suplai Covalent X Token dibatasi (972,3M / 1B CXT (98%)), sedangkan Zama terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Covalent X Token selama 5 Hari dan Zama selama 3 Hari.
| CXT | ZAMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp41,59M | Rp1,89T |
Volume (24h) | Rp2,62M | Rp295,51M |
Suplai yang Beredar | 972,3M / 1B CXT (98%) | 2,2B ZAMA |
Typical Hold Time | 5 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
CXT adalah token utilitas dan tata kelola Jaringan Covalent yang menjaga ketersediaan data historis Ethereum. Token ini digunakan untuk staking dan memungkinkan pemegang berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi. Jaringan ini mempermudah pengembang dalam mengakses data ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman CXT →Zama adalah protokol kriptografi yang memungkinkan smart contract rahasia dan transaksi aset terenkripsi di blockchain publik. Didukung oleh Fully Homomorphic Encryption (FHE), protokol ini memungkinkan komputasi pada data terenkripsi dengan tetap dapat diverifikasi. Zama berfungsi sebagai lapisan lintas chain yang terintegrasi dengan L1 dan L2 untuk menambahkan privasi terprogram pada aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman ZAMA →