Perbedaan Covalent X Token dan Qtum: Covalent X Token diperdagangkan di Rp69,28 (kapitalisasi pasar Rp65,46M, volume 24 jam Rp3,64M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.191 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp99,72M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 19,7× kapitalisasi pasar Covalent X Token, dan suplai beredar Covalent X Token 967,1M / 1B CXT (97%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Covalent X Token selama 10 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| CXT | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp65,46M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp3,64M | Rp99,72M |
Suplai yang Beredar | 967,1M / 1B CXT (97%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 68 Hari |
CXT adalah token utilitas dan tata kelola Jaringan Covalent yang menjaga ketersediaan data historis Ethereum. Token ini digunakan untuk staking dan memungkinkan pemegang berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi. Jaringan ini mempermudah pengembang dalam mengakses data ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman CXT →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →