Perbedaan Covalent X Token dan Frax: Covalent X Token diperdagangkan di Rp42,5 (kapitalisasi pasar Rp41,68M, volume 24 jam Rp2,61M), sedangkan Frax diperdagangkan di Rp5.245 (kapitalisasi pasar Rp489,69M, volume 24 jam Rp11,1M). Perbedaan utamanya: Frax jauh lebih besar — sekitar 11,7× kapitalisasi pasar Covalent X Token, dan suplai beredar Covalent X Token 972,3M / 1B CXT (98%) dibanding 93,6M / 99,7M FRAX (94%) milik Frax. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Covalent X Token selama 5 Hari dan Frax selama 9 Hari.
| CXT | FRAX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp41,68M | Rp489,69M |
Volume (24h) | Rp2,61M | Rp11,1M |
Suplai yang Beredar | 972,3M / 1B CXT (98%) | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CXT adalah token utilitas dan tata kelola Jaringan Covalent yang menjaga ketersediaan data historis Ethereum. Token ini digunakan untuk staking dan memungkinkan pemegang berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi. Jaringan ini mempermudah pengembang dalam mengakses data ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman CXT →FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →