Perbedaan Covalent X Token dan Epic Chain: Covalent X Token diperdagangkan di Rp43,4 (kapitalisasi pasar Rp41,9M, volume 24 jam Rp2,15M), sedangkan Epic Chain diperdagangkan di Rp6.195 (kapitalisasi pasar Rp209,23M, volume 24 jam Rp283,85M). Perbedaan utamanya: Epic Chain jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar Covalent X Token, dan suplai beredar Covalent X Token 969,3M / 1B CXT (97%) dibanding 33,6M / 33,6M EPIC (100%) milik Epic Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Covalent X Token selama 4 Hari dan Epic Chain selama 9 Hari.
| CXT | EPIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp41,9M | Rp209,23M |
Volume (24h) | Rp2,15M | Rp283,85M |
Suplai yang Beredar | 969,3M / 1B CXT (97%) | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CXT adalah token utilitas dan tata kelola Jaringan Covalent yang menjaga ketersediaan data historis Ethereum. Token ini digunakan untuk staking dan memungkinkan pemegang berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi. Jaringan ini mempermudah pengembang dalam mengakses data ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman CXT →Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →