Perbedaan Covalent X Token dan DeepBook Protocol: Covalent X Token diperdagangkan di Rp43,4 (kapitalisasi pasar Rp41,95M, volume 24 jam Rp2,12M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp252,75 (kapitalisasi pasar Rp1,43T, volume 24 jam Rp45,33M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 34,1× kapitalisasi pasar Covalent X Token, dan suplai beredar Covalent X Token 969,3M / 1B CXT (97%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Covalent X Token selama 4 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| CXT | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp41,95M | Rp1,43T |
Volume (24h) | Rp2,12M | Rp45,33M |
Suplai yang Beredar | 969,3M / 1B CXT (97%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CXT adalah token utilitas dan tata kelola Jaringan Covalent yang menjaga ketersediaan data historis Ethereum. Token ini digunakan untuk staking dan memungkinkan pemegang berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi. Jaringan ini mempermudah pengembang dalam mengakses data ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman CXT →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →