Perbedaan Cartesi dan XDC Network: Cartesi diperdagangkan di Rp410,97 (kapitalisasi pasar Rp381,59M, volume 24 jam Rp15,57M), sedangkan XDC Network diperdagangkan di Rp486,94 (kapitalisasi pasar Rp10,22T, volume 24 jam Rp84,44M). Perbedaan utamanya: XDC Network jauh lebih besar — sekitar 26,8× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai Cartesi dibatasi (929,5M / 1B CTSI (93%)), sedangkan XDC Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan XDC Network selama 32 Hari.
| CTSI | XDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp381,59M | Rp10,22T |
Volume (24h) | Rp15,57M | Rp84,44M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 21B XDC |
Typical Hold Time | 91 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →XDC Network adalah blockchain kompatibel EVM yang dirancang untuk trade finance dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dengan konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS), jaringan ini menghadirkan transaksi cepat, aman, dan skalabel. Sistem Layer-2 subnet memungkinkan pengguna meluncurkan side chain yang independen dan menjaga privasi, sekaligus mewarisi keamanan mainnet XDC, sehingga ideal bagi pemerintah, institusi keuangan, dan bisnis yang membutuhkan lingkungan blockchain khusus.
Selengkapnya di halaman XDC →