Perbedaan Cartesi dan Tellor: Cartesi diperdagangkan di Rp413,89 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.151 (kapitalisasi pasar Rp755,65M, volume 24 jam Rp122,38M). Perbedaan utamanya: Tellor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Cartesi dibatasi (929,5M / 1B CTSI (93%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| CTSI | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp383,16M | Rp755,65M |
Volume (24h) | Rp14,73M | Rp122,38M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 91 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →