Perbedaan Cartesi dan Qtum: Cartesi diperdagangkan di Rp412,08 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.189 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp96,88M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai beredar Cartesi 929,5M / 1B CTSI (93%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| CTSI | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp383,16M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp14,73M | Rp96,88M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 91 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →