Perbedaan Cartesi dan Plume Network: Cartesi diperdagangkan di Rp410,37 (kapitalisasi pasar Rp381,59M, volume 24 jam Rp15,57M), sedangkan Plume Network diperdagangkan di Rp177,09 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp184,55M). Perbedaan utamanya: Plume Network jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai beredar Cartesi 929,5M / 1B CTSI (93%) dibanding 6B / 10B PLUME (60%) milik Plume Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan Plume Network selama 19 Hari.
| CTSI | PLUME | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp381,59M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp15,57M | Rp184,55M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 6B / 10B PLUME (60%) |
Typical Hold Time | 91 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →