Perbedaan Cartesi dan Terra: Cartesi diperdagangkan di Rp410,63 (kapitalisasi pasar Rp381,59M, volume 24 jam Rp15,57M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp846,4 (kapitalisasi pasar Rp598,27M, volume 24 jam Rp74,71M). Perbedaan utamanya: Terra lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Cartesi dibatasi (929,5M / 1B CTSI (93%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan Terra selama 80 Hari.
| CTSI | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp381,59M | Rp598,27M |
Volume (24h) | Rp15,57M | Rp74,71M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 91 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →