Perbedaan Cartesi dan IKA: Cartesi diperdagangkan di Rp450,72 (kapitalisasi pasar Rp421,46M, volume 24 jam Rp50,35M), sedangkan IKA diperdagangkan di Rp46,55 (kapitalisasi pasar Rp139,1M, volume 24 jam Rp4,88M). Perbedaan utamanya: Cartesi jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai Cartesi dibatasi (932,9M / 1B CTSI (94%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan IKA selama 3 Hari.
| CTSI | IKA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp421,46M | Rp139,1M |
Volume (24h) | Rp50,35M | Rp4,88M |
Suplai yang Beredar | 932,9M / 1B CTSI (94%) | 3B IKA |
Typical Hold Time | 91 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →