Perbedaan Cartesi dan Hemi: Cartesi diperdagangkan di Rp411,46 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp78,15 (kapitalisasi pasar Rp76,39M, volume 24 jam Rp55,66M). Perbedaan utamanya: Cartesi jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai Cartesi dibatasi (929,5M / 1B CTSI (93%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan Hemi selama 26 Hari.
| CTSI | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp383,16M | Rp76,39M |
Volume (24h) | Rp14,73M | Rp55,66M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 91 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →