Perbedaan Cartesi dan GT Protocol: Cartesi diperdagangkan di Rp411,9 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp146,68 (kapitalisasi pasar Rp10,01M, volume 24 jam Rp3,81M). Perbedaan utamanya: Cartesi jauh lebih besar — sekitar 38,3× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar Cartesi 929,5M / 1B CTSI (93%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| CTSI | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp383,16M | Rp10,01M |
Volume (24h) | Rp14,73M | Rp3,81M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 91 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →