Perbedaan Cartesi dan GMX: Cartesi diperdagangkan di Rp411,46 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.463 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp48,44M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai beredar Cartesi 929,5M / 1B CTSI (93%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| CTSI | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp383,16M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp14,73M | Rp48,44M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 91 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →