Perbedaan Cartesi dan Gas: Cartesi diperdagangkan di Rp413,89 (kapitalisasi pasar Rp385,21M, volume 24 jam Rp15,09M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp18.829 (kapitalisasi pasar Rp1,23T, volume 24 jam Rp41,81M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai Cartesi dibatasi (929,5M / 1B CTSI (93%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan Gas selama 47 Hari.
| CTSI | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp385,21M | Rp1,23T |
Volume (24h) | Rp15,09M | Rp41,81M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 91 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →