Perbedaan Cartesi dan DeepBook Protocol: Cartesi diperdagangkan di Rp412,36 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp323,56 (kapitalisasi pasar Rp1,76T, volume 24 jam Rp72,18M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai beredar Cartesi 929,5M / 1B CTSI (93%) dibanding 5,5B / 10B DEEP (55%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Cartesi selama 91 Hari dan DeepBook Protocol selama 13 Hari.
| CTSI | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp383,16M | Rp1,76T |
Volume (24h) | Rp14,73M | Rp72,18M |
Suplai yang Beredar | 929,5M / 1B CTSI (93%) | 5,5B / 10B DEEP (55%) |
Typical Hold Time | 91 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →