Perbedaan Shentu dan LayerZero: Shentu diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp15.521 (kapitalisasi pasar Rp5,47T, volume 24 jam Rp258,4M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 18,5× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai LayerZero dibatasi (353,7M / 1B ZRO (36%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| CTK | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp5,47T |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp258,4M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 353,7M / 1B ZRO (36%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →