Perbedaan Shentu dan ZETA: Shentu diperdagangkan di Rp1.855 (kapitalisasi pasar Rp303,03M, volume 24 jam Rp21,85M), sedangkan ZETA diperdagangkan di Rp178,79 (kapitalisasi pasar Rp34,62M, volume 24 jam Rp6,54M). Perbedaan utamanya: Shentu jauh lebih besar — sekitar 8,8× kapitalisasi pasar ZETA, dan suplai ZETA dibatasi (187,8M / 1B ZEX (19%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan ZETA selama 10 Hari.
| CTK | ZEX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp303,03M | Rp34,62M |
Volume (24h) | Rp21,85M | Rp6,54M |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 187,8M / 1B ZEX (19%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 10 Hari |
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Zeta Markets mengembangkan DEX (decentralized exchange) kontrak perpetual tercepat, termudah, dan teraman di pasaran. Memanfaatkan skalabilitas tinggi dari blockchain Solana, Zeta menawarkan performa setara bursa terpusat (CEX) sambil mempertahankan sifat self-custodial dan transparansi DEX. ZEX adalah token tata kelola platform Zeta, memberi pemegangnya hak suara dan bagian dari insentif trading serta staking, selaras dengan kepentingan jangka panjang komunitas.
Selengkapnya di halaman ZEX →