Perbedaan Shentu dan Tether USDT: Shentu diperdagangkan di Rp1.860 (kapitalisasi pasar Rp303,03M, volume 24 jam Rp21,85M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.859 (kapitalisasi pasar Rp3.270,36T, volume 24 jam Rp716,51T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 10792,2× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 162,6M CTK dibanding 183,2B USDT milik Tether USDT. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| CTK | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp303,03M | Rp3.270,36T |
Volume (24h) | Rp21,85M | Rp716,51T |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 44 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →