Perbedaan Shentu dan TAC Protocol: Shentu diperdagangkan di Rp1.839 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,64 (kapitalisasi pasar Rp239,02M, volume 24 jam Rp90,16M). Perbedaan utamanya: Shentu lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Shentu 161,4M CTK dibanding 4,7B TAC milik TAC Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| CTK | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp239,02M |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp90,16M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 43 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →