Perbedaan Shentu dan Stader: Shentu diperdagangkan di Rp1.918 (kapitalisasi pasar Rp311,23M, volume 24 jam Rp21,56M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.839 (kapitalisasi pasar Rp129,82M, volume 24 jam Rp12,19M). Perbedaan utamanya: Shentu jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| CTK | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp311,23M | Rp129,82M |
Volume (24h) | Rp21,56M | Rp12,19M |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →