Perbedaan Shentu dan Qtum: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.191 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp96,88M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| CTK | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp96,88M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 68 Hari |
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →