Perbedaan Shentu dan Origin Protocol: Shentu diperdagangkan di Rp1.855 (kapitalisasi pasar Rp303,03M, volume 24 jam Rp21,85M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,22 (kapitalisasi pasar Rp198,65M, volume 24 jam Rp17,61M). Perbedaan utamanya: Shentu lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Origin Protocol dibatasi (689,5M / 1,4B OGN (49%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan Origin Protocol selama 75 Hari.
| CTK | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp303,03M | Rp198,65M |
Volume (24h) | Rp21,85M | Rp17,61M |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 689,5M / 1,4B OGN (49%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 75 Hari |
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →