Perbedaan Shentu dan Neo: Shentu diperdagangkan di Rp1.855 (kapitalisasi pasar Rp303,03M, volume 24 jam Rp21,85M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.040 (kapitalisasi pasar Rp2,13T, volume 24 jam Rp69,88M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 7× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 162,6M CTK dibanding 70,5M NEO milik Neo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| CTK | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp303,03M | Rp2,13T |
Volume (24h) | Rp21,85M | Rp69,88M |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 44 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →