Perbedaan Shentu dan IOTA: Shentu diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp667,5 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp135,38M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 10,2× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 161,4M CTK dibanding 4,5B MIOTA milik IOTA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| CTK | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp135,38M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 43 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →