Perbedaan Shentu dan Terra: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp847,87 (kapitalisasi pasar Rp598,16M, volume 24 jam Rp72,16M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 161,4M CTK dibanding 710M LUNA milik Terra. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Terra selama 80 Hari.
| CTK | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp598,16M |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp72,16M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 43 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →