Perbedaan Shentu dan Lombard Staked BTC: Shentu diperdagangkan di Rp1.866 (kapitalisasi pasar Rp302,32M, volume 24 jam Rp21,81M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.147.625.058 (kapitalisasi pasar Rp13,43T, volume 24 jam Rp11,7M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 44,4× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 162,6M CTK dibanding 11,8K LBTC milik Lombard Staked BTC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan Lombard Staked BTC selama 13 Hari.
| CTK | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp302,32M | Rp13,43T |
Volume (24h) | Rp21,81M | Rp11,7M |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 44 Hari | 13 Hari |
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →