Perbedaan Shentu dan Kaia: Shentu diperdagangkan di Rp1.864 (kapitalisasi pasar Rp303,38M, volume 24 jam Rp21,92M), sedangkan Kaia diperdagangkan di Rp462,5 (kapitalisasi pasar Rp2,95T, volume 24 jam Rp56,87M). Perbedaan utamanya: Kaia jauh lebih besar — sekitar 9,7× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 162,6M CTK dibanding 6,4B KAIA milik Kaia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 44 Hari dan Kaia selama 30 Hari.
| CTK | KAIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp303,38M | Rp2,95T |
Volume (24h) | Rp21,92M | Rp56,87M |
Suplai yang Beredar | 162,6M CTK | 6,4B KAIA |
Typical Hold Time | 44 Hari | 30 Hari |
Berita terbaru kedua aset
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.
Selengkapnya di halaman KAIA →