Perbedaan Shentu dan Holo: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan Holo diperdagangkan di Rp6,47 (kapitalisasi pasar Rp1,14T, volume 24 jam Rp297,58M). Perbedaan utamanya: Holo jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 161,4M CTK dibanding 176,4B HOT milik Holo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Holo selama 159 Hari.
| CTK | HOT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp1,14T |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp297,58M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 176,4B HOT |
Typical Hold Time | 43 Hari | 159 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →