Perbedaan Shentu dan Hemi: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp78,13 (kapitalisasi pasar Rp76,39M, volume 24 jam Rp55,66M). Perbedaan utamanya: Shentu jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Shentu 161,4M CTK dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Hemi selama 26 Hari.
| CTK | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp76,39M |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp55,66M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 43 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →