Perbedaan Shentu dan Haedal Protocol: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,52M, volume 24 jam Rp12,58M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp288,88 (kapitalisasi pasar Rp131,06M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: Shentu jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (454,2M / 1B HAEDAL (46%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| CTK | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,52M | Rp131,06M |
Volume (24h) | Rp12,58M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 14 Hari |
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →