Perbedaan Shentu dan Flare: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,46M, volume 24 jam Rp12,55M), sedangkan Flare diperdagangkan di Rp115,49 (kapitalisasi pasar Rp10,03T, volume 24 jam Rp36,05M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 33,9× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai beredar Shentu 161,4M CTK dibanding 86,8B FLR milik Flare. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Flare selama 30 Hari.
| CTK | FLR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,46M | Rp10,03T |
Volume (24h) | Rp12,55M | Rp36,05M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 86,8B FLR |
Typical Hold Time | 43 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →