Perbedaan Shentu dan Dolomite: Shentu diperdagangkan di Rp1.835 (kapitalisasi pasar Rp295,46M, volume 24 jam Rp12,55M), sedangkan Dolomite diperdagangkan di Rp394,14 (kapitalisasi pasar Rp174,24M, volume 24 jam Rp48,01M). Perbedaan utamanya: Shentu lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Dolomite dibatasi (441,6M / 1B DOLO (45%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Shentu selama 43 Hari dan Dolomite selama 12 Hari.
| CTK | DOLO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp295,46M | Rp174,24M |
Volume (24h) | Rp12,55M | Rp48,01M |
Suplai yang Beredar | 161,4M CTK | 441,6M / 1B DOLO (45%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 12 Hari |
Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →Dolomite adalah protokol pasar uang dan perdagangan terdesentralisasi yang menawarkan solusi efisien untuk pinjam-meminjam dan trading. Berbeda dari platform DeFi tradisional, Dolomite memungkinkan pengguna mempertahankan fungsi aset mereka sambil menggunakannya sebagai jaminan melalui sistem Dynamic Collateral, sehingga bisa staking, voting, dan mendapatkan reward sekaligus meminjam.
Selengkapnya di halaman DOLO →