Perbedaan Creditcoin dan Tensor: Creditcoin diperdagangkan di Rp1.189 (kapitalisasi pasar Rp651,7M, volume 24 jam Rp21,27M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp566,14 (kapitalisasi pasar Rp298,73M, volume 24 jam Rp76,69M). Perbedaan utamanya: Creditcoin jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Tensor, dan suplai Creditcoin dibatasi (549,6M / 600M CTC (92%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Creditcoin selama 18 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| CTC | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp651,7M | Rp298,73M |
Volume (24h) | Rp21,27M | Rp76,69M |
Suplai yang Beredar | 549,6M / 600M CTC (92%) | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 18 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Creditcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh tim dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Nigeria, dan Estonia. Proyek ini bertujuan mengatasi kurangnya sistem kredit bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan di pasar berkembang. Individu yang tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional sering mengandalkan sumber non-bank untuk pinjaman, namun bank tidak menerima catatan kredit dari sumber ini karena data tersebut sulit diverifikasi. Creditcoin menyelesaikan masalah ini dengan mendokumentasikan riwayat transaksi kredit secara transparan di blockchain publik, menyediakan catatan tepercaya yang dapat digunakan bank.
Selengkapnya di halaman CTC →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →